Showing posts with label Berita Unik. Show all posts
Showing posts with label Berita Unik. Show all posts

Friday, December 8, 2017

Ternyata! Lukisan Salvator Mundi Rp 6 T Dibeli Putra Mahkota Arab Saudi


Washington - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dilaporkan sebagai pembeli sebenarnya dari lukisan 'Salvator Mundi' karya Leonardo da Vinci yang terjual di lelang dengan harga sangat fantastis.

Demikian dilaporkan oleh media The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip intelijen AS dan sumber-sumber lainnya. Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/12/2017), Putra Mahkota Saudi yang dikenal dengan inisial MBS tersebut, menggunakan seorang perantara untuk membeli lukisan wajah Yesus Kristus yang laku terjual seharga US$ 450,3 juta atau setara Rp 6 triliun dalam lelang di New York, Amerika Serikat (AS). Harga itu mencetak rekor sebagai karya seni termahal yang pernah dilelang.

Media-media sebelumnya melaporkan, lukisan 'Salvator Mundi' itu dibeli oleh seorang pembeli yang tidak menyebut identitasnya lewat telepon, setelah terjadi pertarungan tawar-menawar yang sengit selama nyaris 20 menit di rumah lelang Christie pada Rabu (15/11) waktu setempat.

Namun menurut WSJ, pembeli tersebut adalah Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud yang kurang begitu dikenal. Disebutkan WSJ, laporan intelijen AS mengidentifikasi Bader hanyalah perantara karena MBS adalah pembeli sebenarnya.

"Dia adalah proxy untuk MBS," ujar seorang tokoh dunia seni Teluk yang tidak disebut namanya kepada WSJ.

Belum ada tanggapan dari kerajaan Saudi atas pemberitaan ini.

Sebelumnya pada Rabu (6/12), pihak Louvre Abu Dhabi mengumumkan bahwa lukisan super mahal tersebut akan dipamerkan di sana. Pengumuman ini disampaikan tak lama setelah pemerintah Uni Emirat Arab dan Saudi mengumumkan pembentukan komite militer dan ekonomi baru, yang terpisah dari Dewan Kerja sama Teluk (GCC).

Seperti dilansir Reuters dan CNN, lukisan dari tahun 1500 yang dikenal dengan nama 'Salvator Mundi' itu merupakan salah satu lukisan langka dari 20 karya autentik Da Vinci yang masih utuh hingga kini. Lukisan dengan panjang 66 cm dan lebar 45 cm ini menampilkan wujud manusia Yesus Kristus dalam pakaian era Renaissance, dengan satu tangan terangkat memberikan berkat dan satu tangan lainnya memegang sebuah bola kristal.

Lukisan ini awalnya berada di tangan Raja Prancis, Louis XII, sebelum akhirnya dimiliki oleh Pangeran Inggris Charles I. Karya seni ternama ini sempat dilaporkan hilang sejak akhir abad ke-18.

Saat lukisan ini kembali muncul dalam lelang tahun 1958, lukisan ini dianggap karya salinan dan hanya laku terjual 45 Poundsterling (Rp 790 ribu). Tahun 2005, lukisan itu didapatkan kelompok makelar seni dengan harga di bawah US$ 10 ribu (Rp 133 juta). Saat itu, kondisi lukisan ini sangat buruk dan harus dilukis ulang secara besar-besaran. Hal semacam ini biasa dilakukan terhadap lukisan autentik yang mengalami kerusakan. Proses pemulihan karya seni bersejarah ini memakan waktu lama dan butuh ketelitian tinggi.

Sebelum dilelang, lukisan ini dimiliki oleh seorang pengusaha Rusia bernama Dmitry Rybolovlev, yang membelinya dalam lelang tahun 2013 seharga US$ 127,5 juta (Rp 1,6 triliun).

Sumber: https://news.detik.com/internasional/3761289/ternyata-lukisan-salvator-mundi-rp-6-t-dibeli-putra-mahkota-arab-saudi

Read More

Sunday, December 3, 2017

Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terinfeksi HIV daripada PSK, Kok Bisa?


Jika masyarakat awam ditanya “Siapa yang paling rentan mengidap HIV?”, kebanyakan akan menjawab pekerja seks komersial atau yang berhubungan sesama jenis.

Namun, data yang dikumpulkan dari tahun 1987 hingga 2014 oleh Pusat Data Informasi HIV AIDS dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan kenyataan yang berbeda. Ibu rumah tangga justru lebih berisiko terinfeksi HIV daripada pekerja seks komersial (PSK).

Lebih dekat, hasil serupa juga ditemukan di Riau. Dari data sampai Agustus 2015, jumlah PSK yang terkena HIV di Riau hanya tujuh orang, sedangkan ibu rumah tangga mencapai 41 orang. Angka ini juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/11/2017), Mareno selaku Koordinator D-KAP Riau, organisasi pemerhati HIV/AIDS Riau berkata bahwa PSK justru lebih bersiap untuk mencegah HIV dengan memakai kondom.

“Adapun ibu rumah tangga lebih banyak ditularkan oleh suaminya yang berperilaku menyimpang di luar rumah,” imbuhnya.

Masalah ini diperkeruh dengan keengganan ibu rumah tangga untuk mencegah penyebaran dan penularan HIV.

Artikel Hellosehat yang ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya dan datanya ditelaah oleh dr Tania Savitri mengungkapkan bahwa masih banyak ibu rumah tangga yang menolak menjalani tes HIV.

Alasannya bermacam-macam. Ada yang karena sedang hamil, merasa malu atau tabu, atau menganggap dirinya dan pasangan tidak pernah berhubungan dengan orang lain.

“Menurut Yusniar Ritonga, seorang konselor HIV/AIDS, hanya ada 10 persen orang yang bersedia ikut dalam tes HIV setelah mereka menikah,” tulis Fauzan.

“Padahal, seperti yang kita tahu, ada banyak cara penularan HIV/AIDS selain lewat hubungan seksual. Bisa dari pisau cukur, bisa dari jarum suntik, atau pun benda lain yang tidak steril dan pernah terkena darah dari pengidap AIDS,” imbuhnya.

Menghadapi dilema ini, solusi yang diusulkan oleh Fauzan dan dr Tania adalah dengan menggunakan kartu skor berisi pertanyaan-pertanyaan terkait pekerjaan dan aktivitas seksual diri dan pasangan.

“Jika suami Anda bekerja sebagai supir truk atau bis lintas provinsi dan jarang pulang ke rumah, maka bisa jadi Anda adalah kelompok berisiko dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut,” tulis Fauzan.

Namun, yang paling penting adalah menyadari bahwa semua orang bisa tertular HIV, meski telah berstatus ibu rumah tangga. “Karenanya, lebih baik mencegah dan mengobatinya secepat mungkin,” tutup Fauzan.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2017/12/01/170500023/ibu-rumah-tangga-lebih-rentan-terinfeksi-hiv-daripada-psk-kok-bisa-
Read More

Obat Kimia atau Obat Herbal, Mana yang Lebih Baik?


Ketika tubuh merasakan sakit, menyembuhkannya terkadang menimbulkan pilihan yang sulit. Apakah Anda akan mengunjungi dokter atau menggunakan pengobatan alternatif? Pilihan itu akan berujung pada penggunaan obat yang diberikan.

Pada masyarakat awam, dikenal istilah obat kimia dan obat herbal. Obat kimia diidentikkan dengan obat yang diracik melalui proses kimiawi, sedangkan obat herbal umumnya dimaknai dengan obat yang berasal dari alam. Namun, benarkah demikian?

Sayangnya, pengategorian tersebut salah besar. Sebab, obat yang digunakan oleh para dokter di rumah sakit sejatinya juga diambil dari alam. “Obat dokter yang di rumah sakit itu diambil dari alam juga. Mana ada obat yang tidak alami?” kata dokter spesialis bedah saraf dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, Tangerang, Selasa (22/8/2017).

Roslan mencontohkan, air yang menjadi kebutuhan dasar manusia merupakan senyawa kimia. Senyawa yang menjadi syarat kehidupan di bumi itu terdiri dari hidrogen dan oksigen.

Menurut Roslan, obat yang baik harus diketahui secara detail kandungan aktifnya sebelum dikonsumsi. Selain itu, cara kerja obat di dalam tubuh juga perlu mendapat perhatian. Tak berhenti sampai di situ, efek samping setelah obat dikonsumsi dan cara penanganannya juga harus diketahui.

Jika syarat-syarat di atas tidak diketahui, maka upaya penyembuhan pun menjadi tak terukur. Akan tetapi, pada obat herbal atau obat tradisional, syarat tersebut seringkali tidak diindahkan.

“Misalnya panas, dikasih paracetamol, dosisnya 50 miligram per kilogram berat badan per hari. Efek sampingnya bisa ganggu pencernaan. (Sedangkan) jamu belum jelas bahan aktifnya apa, dosisnya ya kira-kira saja. Karena tidak tahu bahan aktifya, tidak tahu juga efeknya,” ucap Roslan.

Untuk itu, pemilihan metode penyembuhan penyakit harus dilakukan secara bijak. Tanpa ukuran yang jelas, bukan tak mungkin keganasan penyakit malah meningkat.
Read More

Tanaman Gandarusa Diteliti dan Ternyata Punya Zat Penghambat Virus HIV


Penderita HIV selama ini mendapatkan obat berupa Anti Retroviral (ARV) yang salah satu komponennya adalah Azidothymidine (AZT).

Penelitian terbaru mengungkap bahwa tanaman gandarusa (Justicia gendarussa) yang akrab dengan masyarakat Indonesia juga punya khasiat yang sama

Ilmuwan Universitas Illinois di Chicago, Hong Kong Baptist University di Kowloon Tong, dan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam di Hanoi melakukan bioassay dan tes.

Dari bioassay, ilmuwan menemukan adanya anti-HIV arylnaphthalene lignan glycoside dalam tanaman gandarusa, patentiflorin A.

Tim peneliti lantas melakukan dua tes yang disebut M Tropik dan T Tropik, tujuannya untuk mengetahui kemampuan penghambatan patentiflorin A.

M-Tropik mengacu kepada kemampuan virus HIV untuk menyerang makrofag, sementara T-tropik mengacu pada kemampuannya untuk menyerang sel T.

"Patentiflorin A mampu menghambat enzim reverse transcriptase lebih efektif daripada AZT, baik pada tahap awal infeksi HIV saat virus menyerang makrofag, maupun saat menyerang sel-T," kata Lijun Rong dari University of Illinois yang melakukan riset.

Dari penelitian itu, Rong mengatakan bahwa patentiflorin A bisa menjadi alternatif baru pengobatan HIV.

"Patentiflorin A sebagai agen anti HIV bisa ditambahkan dalam rangkaian obat HIV saat ini untuk menghambat virus ataupun mencegah infeksi HIV," kata Rong seperti dikutip Medical News Today, Juni lalu.

Rong dan tim juga telah berhasil mensintesis Patentiflorin A sehingga tak diperlukan pembuatan kebun untuk menanam gandarusa hanya untuk memanen senyawanya.

Penelitian ini telah diterbitkan di Journal of Natural Products.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2017/12/01/135507923/tanaman-gandarusa-diteiti-dan-ternyata-punya-zat-penghambat-virus-hiv
Read More

7 Kondisi yang Membuat Anda Tidak Boleh Olahraga Dulu


Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak selalu baik dilakukan semua orang. Bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, olahraga justru bisa memperburuk kondisi tersebut atau memperparah rasa nyeri yang Anda alami.

Lantas, kondisi apa saja yang membuat Anda tidak boleh olahraga dulu?

1. Demam

Jangan berolahraga jika Anda merasa tak enak badan, bahkan jika hanya demam sekalipun. Demam terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi. Sementara itu, olahraga juga dapat memberikan tekanan yang lebih banyak pada sistem imun. Ini sebabnya, berolahraga ketika demam justru akan memperburuk penyakit Anda.

Berolahraga ketika demam juga sering jadi penyebab utama cedera, karena dalam kondisi ini Anda jadi lebih sulit berkonsentrasi.

2. Pilek dan flu

Selain demam, Anda juga tidak disarankan untuk berolahraga ketika sedang pilek dan flu. Dalam keadaan normal, olahraga memang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun keadaan berbalik saat Anda sedang pilek atau flu.

Pasalnya, olahraga justru akan membuat tubuh jadi semakin lemah sehingga sulit untuk pulih. Terlebih jika flu yang dialami juga disertai demam, kondisi Anda jelas akan makin buruk jika ditambah dengan berolahraga.

3. Asma

Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi pernapasan, sebaiknya Anda tidak olahraga dulu selama beberapa hari dan periksa ke dokter jika gejala terus berlangsung. Jika dokter melihat asma sudah mulai dapat dikendalikan dengan baik, maka barulah Anda boleh olahraga.


Namun, jangan langsung melakukan olahraga yang berintensitas tinggi. Ada baiknya memulai olahraga secara perlahan dengan melakukan pemanasan selama 10 menit. Segera hentikan olahraga jika Anda tidak dapat mengatur napas atau merasa lelah dan lemah.

Yang terpenting, selalu bawa inhaler atau obat lainnya untuk berjaga-jaga apabila asma  kambuh sewaktu-waktu.

4. Cedera lama yang kumat kembali

Apabila cedera lama tiba-tiba kambuh lagi, Anda harus segera menunda olahraga dan temui dokter. Pasalnya, gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, terutama jika rasa sakit terus dialami selama beraktivitas.

Dalam banyak kasus, nyeri yang muncul tiba-tiba memerlukan perhatian medis dengan segera, terlebih bila sumber nyeri berada di tempat yang memang sebelumnya pernah mengalami cedera.

5. Kurang tidur dan kelelahan 

Jika semalam tidak tidur cukup, atau bahkan sudah tidak tidur dua-tiga hari ke belakang karena mengejar proyek kantor, Anda tidak boleh olahraga dulu. Tubuh yang sudah stres dan kelelahan akan makin nge-drop ketika diajak berolahraga. Istirahatlah sejenak sebelum mulai rutinitas gym Anda kembali.


Jika perlu, temui dokter dulu. Pasalnya, kelelahan yang ekstrem bisa jadi pertanda adanya sebuah penyakit.

6. Hamil
Tanyakan kepada dokter mengenai program olahraga yang aman dilakukan saat hamil. Yoga, berenang, berjalan, dan olahraga intensitas rendah dapat sangat bermanfaat selama kehamilan. Pastikan untuk tetap mencukupi asupan air, istirahat yang cukup, dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut.

7. Keadaan lainnya
Anda juga tidak boleh olahraga apabila baru saja menjalani operasi atau cedera berat. Dalam keadaan tersebut, tubuh butuh waktu untuk pulih. Sedangkan melakukan olahraga justru akan memberikan tekanan pada tubuh yang pada akhirnya bisa memperburuk kondisi.

Tidak hanya itu, beberapa orang yang memiliki penyakit kronis juga tidak disarankan untuk berolahraga. Namun jika ingin tetap melakukan olahraga, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter agar mendapatkan pilihan jenis olahraga yang tepat sesuai dengan keadaan Anda.
Read More

Monday, November 20, 2017

Awas! Orgasme Ternyata Bisa Akibatkan Gangguan Penglihatan



SAAT melakukan hubungan seks, orgasme seringkali menjadi indikator bahwa orang tersebut mencapai kepuasan. Ya, hal itu tidaklah slaah. Namun tampaknya ada hal lain yang harus diperhatikan dari orgasme. Sebab ternyata, orgasme berlebihan dapat memengaruhi pembuluh darah di mata dan dapat mengakibatkan gangguan penglihatan.

Hal inilah yang dialami oleh seseorang dari Southampton, Inggris. Orang tersebut pergi ke rumah sakit karena mengalami gangguan penglihatan di mata sebelah kiri. Dirinya mengatakan kepada dokter bahwa ia memiliki hubungan seksual yang kuat pada malam sebelumnya. Semula tidak ada masalah yang terjadi. Namun pada pagi harinya, orang tersebut menyadari ada yang salah dengan penglihatannya.

Dokter kemudian memeriksanya dan menemukan pendarahan di mata. Pendarahan itu terjadi lantaran tekanan kuat saat orang tersebut mengalami orgasme. "Selama orgasme, orang cenderung melakukan manuver valsava atau menahan napas guna mencegah orgasme. Tindakan itulah yang dapat menghasilkan peningkatan tekanan vena retina secara tiba-tiba sehingga terjadi pecahnya pembuluh darah dan retinopati hemoragik," tulis laporan kasus British Medical Journal seperti yang dikutip dari News, Senin (20/11/2017).

Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan tekanan kuat dari orgasme menyebabkan tekanan di belakang retina yang tiba-tiba. Akibatnya pembuluh darah meledak dan kemudian menghalangi penglihatan. Selain itu, laporan juga mengungkapkan pria cenderung lebih sering menahan napas guna mengatasi ejakulasi dini. Hal inilah yang membuat pria lebih berisiko mengalami gangguan penglihatan akibat orgasme.

Namun tak usah khawatir, karena ternyata gangguan penglihatan hanya berlangsung sementara waktu. Darah di mata akan diserap kembali ke tubuh secara alami sehingga penglihatan bisa normal kembali. "Efek otonom dari orgasme pada mata sudah diketahui dan dikaitkan dengan patologi okular lainnya, termasuk glaukoma sudut tertutup. Sebelum ejakulasi, nada vaskular retina menurun sehingga memungkinkan pembuluh darah melebar dan membesar," tulis laporan itu menyimpulkan.

Ditambah lagi pembuluh darah di mata lebih rileks sehingga lebih mudah untuk terisi darah secara cepat. Hal inilah yang meningkatkan risiko pembuluh darah meledak. Penulis laporan mengingatkan kasus gangguan penglihatan akibat aktivitas seksual dapat menjadi peringatan bagi pasien.

Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2017/11/20/481/1817455/awas-orgasme-ternyata-bisa-akibatkan-gangguan-penglihatan
Read More

Berbagai Masalah Kesehatan yang Kerap Menyerang di Usia Lanjut


Jakarta - Artis tiga zaman, Laila Sari meninggal dunia di usia 82 tahun. Di usia tersebut, proses penuaan membuat berbagai masalah kesehatan lebih mudah menyerang.

Dikutip dari Everydayhealth, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang kerap menghampiri para lansia.

1. Arthritis
Radang sendi atau arthritis merupakan salah satu masalah utama pada kaum lansia, dan disebut-sebut sebagai bagian dari proses penuaan. Kondisi ini kadang sangat membatasi mobilitas, dan akhirnya memicu dampak lebih luas lagi. Diperkirakan hampir separuh lansia menghadapi masalah ini di usia 65 tahun ke atas.

2. Penyakit jantung
Di Amerika Serikat, kematian akibat penyakit jantung pada usia 65 tahun ke atas tercatat lebih dari 400 ribu kasus pada 2014. Sekitar 37 persen pria dan 26 persen wanita di atas usia 65 tahun mengalami masalah ini. Para lansia dengan riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi lebih rentan mengalaminya.

3. Alzheimer
Penyakit alzheimer membunuh 92 ribu lansia di Amerika Serikat pada 2014. Diperkirakan 11 persen lansia berusia 65 tahun ke atas mengalami kondisi ini, walaupun dalam praktiknya deteksi penyakit yang menyerang fungsi kognitif ini sulit dilakukan.

4. Diabetes
Diperkirakan 25 persen lansia di Amerika Serikat mengidap diabetes. Menurut Center of Disease Control and Prevention, diabetes menyebabkan 54 ribu kematian pada 2014.

5. Pengeroposan tulang
Hampir sama seperti radang sendi, osteoporosis atau pengeroposan juga membatasi pergerakan atau mobilitas. Sementara itu, kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko berbagai penyakit kronis pada semua kelompok usia.

Sumber: https://health.detik.com/read/2017/11/20/223614/3735142/763/berbagai-masalah-kesehatan-yang-kerap-menyerang-di-usia-lanjut
Read More

Begini Cara Hapus Pesan WhatsApp Tanpa Batas 7 Menit


Akhir Oktober lalu, WhatsApp akhirnya meresmikan fitur unsend untuk menghapus pesan yang salah kirim. Namun, kemampuan ini hanya berlaku untuk pesan yang baru terkirim saja, paling lama hingga 7 menit.

Lewat dari jangka waktu singkat tersebut, pesan tak akan bisa dihapus. WhatsApp tidak akan menampilkan opsi delete for everyone untuk unsend ketika pengguna menyentuh dan menahan pesan, lalu memilih ikon tong sampah.

Adakah cara untuk mengakali batasan waktu 7 menit itu? Ternyata ada dan cukup mudah dilakukan dengan memanfaatkan sebuah celah.

Cara ini bisa dilakukan di aplikasi WhatsApp untuk Android dan iPhone. Simak langkah-langkahnya berikut ini sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Metro, Selasa (14/11/2017).

1. Matikan koneksi internet ponsel (Wi-Fi dan mobile data).

2. Matikan aplikasi WhatsApp dengan menutup jendela aplikasinya.

3. Buka menu settings ponsel dan ubah tanggal menjadi sebelum hari pengiriman pesan yang ingin dihapus (misalnya diubah jadi tanggal kemarin).

4. Buka WhatsApp dan cari pesan yang ingin dihapus.

5. Lakukan langkah penghapusan pesan seperti biasa, yakni dengan menyentuh dan menahan pesan, lalu memilih ikon tong sampah.

WhatsApp akan kembali menampilkan opsi delete for everyone yang tadinya sudah menghilang apabila pesan berumur lebih dari 7 menit.

6. Kembalikan settings tanggal ponsel ke waktu yang benar.

7. Nyalakan kembali sambungan internet.


 Begitu ponsel kembali ke tanggal semula dan tersambung ke internet, pesan WhatsApp yang dihapus dengan trik ini akan tetap terhapus sehingga secara efektif melewati batasan waktu 7 menit untuk unsend.

Di tempat pesan yang dihapus, WhatsApp akan menampilkan tulisan you deleted this message sehingga lawan bicara dalam sebuah chat/grup akan tetap mengetahui bahwa pengguna telah menghapus pesan terkait.

Pesan akan tetap terhapus ketika pengguna membuka chatting lewat WhatsApp web. Namun, trik ini mesti dilakukan dari ponsel, tidak bisa dari WhatsApp web di desktop.

KompasTekno telah mencoba di smartphone Android dan berhasil menghapus pesan WhatsApp yang telah terkirim lebih dari 7 menit dengan memutar balik setting waktu ponsel ke tanggal kemarin.

Trik di atas bisa dilakukan untuk menghapus pesan yang dikirim hingga dua hari lalu (kemarin lusa) dari tanggal saat ini. Lebih dari itu, aplikasi WhatsApp akan menolak dibuka dan menampilkan pesan bahwa tanggalan ponsel tidak akurat.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2017/11/14/09483127/begini-cara-hapus-pesan-whatsapp-tanpa-batas-7-menit
Read More

Friday, November 17, 2017

Hati-Hati, Pria yang Hilang Ereksi Bisa Sebabkan Kondom Tertinggal di Dalam Miss V


Ketika berhubungan seks, tak jarang pasangan menggunakan kondom. Alasan penggunaan alat kontrasepsi itu berbeda-beda. Namun yang perlu diperhatikan adalah penggunaan kondom dapat membawa masalah tertentu, salah satunya adalah tertinggal di dalam miss V.

Ya, menurut seorang ob-gyn Alyssa Dweck, MD, kondom dapat tertinggal di dalam miss V bila seorang pria kehilangan ereksinya saat masih melakukan penetrasi. Kondom tersebut dapat tertinggal hingga berhari-hari lamanya.

"Tidak seperti tampon, kondom yang tertinggal biasanya tidak menimbulkan bau busuk atau infeksi. Tapi besar kemungkinan wanita akan langsung merasa tidak nyaman atau gatal. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi hal ini bervariasi,” tutur Dr Alyssa seperti yang dikutip dari Health, Jumat (17/11/2017).

Walaupun kondom yang tertinggal tidak langsung menimbulkan masalah kesehatan, masih ada hal lain yang harus diperhatikan seperti kehamilan dan penyakit menular seksual (PMS). Kondom yang tertinggal dapat memicu terjadinya kebocoran yang berpotensi pada kehamilan. Selain itu, kondom bisa menularkan penyakit karena bisa saja pasangan memiliki penyakit tersebut.

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kondom yang tertinggal di miss V? Dr Alyssa menyarankan agar Anda tidak menunggu hingga aliran urin terganggu. Anda bisa langsung mengunjungi ginekolog jika Anda atau pasangan menyadari kondom tertinggal. Ginekolog dapat membantu Anda untuk mengeluarkan kondom tersebut.

“Atau bisa juga diambil sendiri menggunakan jari tangan. Hal yang diperlukan hanyalah sedikit merasa relaks. Sebab saat otot vagina menegang dan seperti mencengkeram membuat kondom sulit dikeluarkan,” ujar Dr. Alyssa.

Anda bisa duduk di dalam bak mandi yang berisikan air hangat atau duduk di atas toilet. Kemudian jangan lupa melumasi jari tangan sebelum mencoba menarik kondom. Jepitlah kondom menggunakan jari dan kemudian berdiri. Cara ini dapat membantu kondom keluar lebih mudah. “Tapi bisa juga dilakukan sambil berbaring terlentang,” tambah Dr Alyssa.

Cara yang bisa dilakukan pria untuk mencegah kondom tertinggal di dalam miss V adalah memegang dasar kondom saat merasa ereksi mulai turun dan segera menarik kondom keluar sambil dilipat agar cairan tidak keluar.
Read More

Bayi Berumur 10 Bulan Miliki Berat Badan Seperti Anak Usia 9 Tahun


Setiap orangtua tentu tahu bahwa asupan terbaik untuk bayinya yang baru lahir adalah ASI. Namun sepasang orangtua di Colima, Meksiko merasa kebingungan lantaran anak mereka mengalami kelebihan berat badan. Hal inilah yang dialami oleh Isabel Pantoja.

Bayi mereka yang diberi nama Luis Manuel Gonzales semula lahir normal dengan berat badan 3,6 kg. Di usia 10 bulan bayi itu memiliki berat badan 28 kg. Bobot tubuh ini sama beratnya dengan anak-anak yang rata-rata berusia 9 tahun. Bahkan dokter yang menanganinya pun bingung dengan penyebabnya.

Dugaan petugas medis, bayi yang dijuluki bayi terbesar di dunia itu menderita ketidakseimbangan hormon. “Awalnya saya menganggap kenaikan berat badan anak saya lantaran pemberian ASI yang baik. Tapi ternyata bukan. Dokter menduga anak saya memiliki Prader-Willi Syndrome,” tutur Isabel seperti yang dikutip dari Independent, Jumat (17/11/2017).














Prader-Willi Syndrome adalah kelainan genetik langka yang membuat penderitanya merasa tidak kenyang, pertumbuhan yang terbatas, dan penurunan tonus otot. Tapi menurut Isabel diagnosis ini dikesampingkan sebab anaknya bukan tergolong anak yang suka makan berlebihan. Luis selalu mengonsumsi makanan dengan jumlah normal yang sesuai dengan anak seusianya.

Bersama suaminya, Mario, Isabel terus membawa anak mereka ke sejumlah rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, karena keterbatasan biaya, ia pun membuka rekening untuk menerima sumbangan karena biaya perawatan medis yang cukup tinggi. Isabel dan Mario juga kesulitan menemukan stroller untuk membawa anak mereka. Sudah ada satu stroller yang patah akibat tidak kuat menopang bobot tubuh Luis.

Saat ini, Luis tengah ditangani oleh seorang ahli bedah yaitu Silvia Orozco. Pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan dan masih menunggu hasil tesnya. “Namun saya percaya diet yang dilakukan oleh Isabel saat hamil ikut berpengaruh. Hal ini karena kenaikan berat badan anaknya tidak dapat dijelaskan. Bisa saja Isabel kekurangan nutrisi utama yang menghambat perkembangan metabolism anaknya sewaktu di dalam rahim. Bila hasil analisis saya ini benar, kondisi Luis dapat diatasi dengan suntikan hormon,” pungkas Silvia.



Read More

Thursday, November 16, 2017

17 Negara Jadi Korban Berita Hoaks Saat Pemilu


Sebuah organisasi nirlaba, Freedom House mengungkap data mencengangkan mengenai manipulasi dan propaganda yang terjadi di ranah online selama setahun hingga 31 Mei lalu.

Dalam laporan bertajuk 'Freedom of the Net', Freedom House mengungkap sedikitnya ada 17 negara yang menjadi sasaran penyebaran berita hoaks.

Ada berbagai cara yang digunakan, seperti di Kenya yang menggunakan label kantor media dalam berita hoaks mereka agar audiens mempercayainya. Kebanyakan konten hoaks ini disebarkan melalui layanan WhatsApp dan Facebook jelang pemilihan ulang Presiden Uhuru Kenyatta.

Sementara di Venezuela, pemerintah justru ikut menyebarkan berita palsu mengenai pendemo di media sosial. Sedikitnya ada 30 ribu akun palsu yang tercatat dalam 10 hari jelang pemilu Perancis.

Riset Freedom House juga mencatat berita palsu diketahui menyebar di 30 dari 65 negara selama periode Juni 2016 hingga Mei 2017.

"Dari pengamatan kami, tren inilah yang sekarang sedang berkembang di seluruh dunia. Pada sebagian besar kasus, pemerintahlah yang 'aktif' menyebarkan berita-berita palsu ini," imbuh Sanja Kelly selaku kepala penelitian laporan Freedom of the Net.

Kelly juga menambahkan bahwa berita palsu dan propaganda yang tersebar di sosial media merupakan masalah serius, dan bila ditambah dengan bantuan bot yang banyak serta orang-orang yang dibayar untuk memberikan komentar-komentar provokatif, maka hoaks dan propaganda ini menjadi masalah yang benar-benar serius.

Facebook sendiri sebagai salah satu perusahaan media sosial terbesar di dunia dinilai lamban dalam menanggapi pergerakan hoaks yang tersebar dalam platform-nya. Facebook sendiri digunakan banyak orang bukan hanya sebagai alat untuk berkomunikasi di internet, melainkan sebagai sumber berita dan informasi layaknya sebuah situs media elektronik.

"Saat ini, untuk orang-orang di negara berkembang yang baru mengenal internet dan media sosial lebih mudah mempercayai begitu saja informasi yang mereka terima," jelas Kelly seperti dilaporkan Mashable.

Protes terhadap penyebaran konten hoaks melalui media sosial juga sempat mencuri perhatian CEO Apple Tim Cook. Ia menganggap masalah sebenarnya bukan pada konten berita, melainkan pada media yang digunakan untuk menyebarkannya.

"Isu yang lebih besar dari sekadar keberadaan hoaks adalah media yang dipakai untuk menyebarkannya, yaitu media sosial," jelas Cook.
Read More

5 Perbedaan Orang Tua 'Zaman Now' dan Zaman Dulu


Jakarta - Zaman kian berubah, begitu pula dengan pola asuh orang tua terhadap anaknya. Cara kita merawat anak dengan orang tua kita pasti nggak mirip-mirip banget kan, Bun. Atau bahkan, berbeda banget. Nggak jarang, perbedaan cara kita mengasuh anak dengan kakek-neneknya si kecil memicu perbedaan pendapat.

Memang apa sih bedanya orang tua zaman dulu dengan zaman sekarang atau yang sering disebut dengan istilah 'zaman now'? Dirangkum HaiBunda, ini lima hal yang membedakan orang tua millenial dengan orang tua kita zaman dulu.

1. Mencari Informasi Parenting dari Internet
Ya, sebagian besar dari orang tua zaman sekarang mencari informasi dari internet. Baik dari website-website atau aplikasi terpercaya. Apalagi pencarian informasi bisa dilakukan lebih mudah cukup dengan modal mengetik keyword di Google. Di sinilah bedanya, Bun. Informasi tentang parenting bukan lagi dari mulut ke mulut. Tapi, langsung dari expert yang menulis informasi di website.

"Google adalah kakek nenek baru, tetangga baru dan pengasuh baru. Segala pertanyaan tentang parenting dicari di Google seperti 'bagaimana cara memberi susu dengan botol', 'kapan bayiku bisa bicara?'," ujar Rebecca Parlakian, Direktur Program 'Zero to Three'.

Tapi, tetap ya, Bun, kita mesti bijak berselancar di dunia maya. Carilah informasi dengan sumber terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, penting banget buat kita memfilter segala informasi yang didapat dari internet.

2. Mendokumentasikan Anaknya di Media Sosial
Memang sebagian orang tua ada yang nggak mendokumentasikan anaknya di media sosial, karena masalah privasi. Tapi, sebagian besar orang tua millenial atau zaman now mendokumentasikan apa yang dialami anaknya di media sosial. Di Instagram misalnya, bisa kita lihat cukup banyak selebgram cilik atau selebriti tanah air yang berbagi cerita tentang anaknya.

Sebuah polling yang dilaksanakan oleh TIME dan Survey Monkey, menemukan setidaknya hanya 19 persen parennial yang nggak mendokumentasikan anaknya di medsos. Sedangkan polling tertinggi yakni generasi orang tua zaman dulu mendokumentasikan aktivitas sang anak di media sosial sebesar 53 persen.

3. Percaya Diri dengan Kemampuan Pola Asuhnya

Bicara pola asuh, orang tua millenial lebih percaya diri untuk menunjukkan 'skill'-nya. Sebuah survei dari Pew Research Center menemukan bahwa 57 persen ibu millenial bilang mereka sudah melakukan yang terbaik sebagai orang tua, dibandingkan generasi sebelumnya.

Dan nggak jarang juga kita lihat di Instagram, para selebriti dan selebgram membagi cerita seputar pola asuhnya. Benar nggak, Bun? Apakah Bunda termasuk orang tua yang percaya diri dengan kemampuan pola asuhnya?

4. Lebih 'Berjuang' Secara Finansial
Sebuah laporan dari Young Invincibles menjelaskan mengapa parennial memiliki masalah keuangan yang lebih berat dibanding generasi zaman dulu. Berdasarkan data yang dikumpulkan di Amerika, hal ini karena daycare dan ongkos pendidikan anak naik 18 persen dibanding pada tahun 1960 yang hanya dua persen.

Itu saja di Amerika ya Bun, yang memang dari dulu merupakan negara yang sudah maju. Sedangkan Indonesia yang masih berkembang? Tentu harga pendidikan bermacam-macam dan juga nggak sedikit memakan biayanya.

5. Lebih Lama Punya Momongan

Usia seorang ibu saat kelahiran anak pertamanya terus meningkat selama beberapa dekade. Menurut data dari Centers for Disease Control, pada tahun 1980 yakni 22,7 dan pada tahun 2013 angkanya 26.

Seperti dilaporkan Business Insider, hal ini dikarenakan lebih banyak wanita mendapatkan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Sehingga, mereka biasanya menikah dan memiliki anak di usia yang nggak semua wanita di zaman-zaman sebelumnya. Para wanita era millenial biasanya ingin mengembangkan karir mereka lebih dulu. Ya, walaupun keputusan untuk menikah tergantung individu dan saat ini, masih ada juga kan, Bun, wanita yang memilih menikah muda.
Read More

Wednesday, November 15, 2017

Fakta di Balik 8 Logo Terkenal yang Perlu Kamu Tahu, Apa Saja?

Arena Juara News - Setiap perusahaan memiliki logo untuk mengidentikkan diri mereka. Namun, di balik setiap logo tersimpan sejumlah fakta yang tidak diketahui banyak orang. Berikut ini merupakan delapan fakta tentang logo terkenal yang mungkin tidak kita tahu, melansir Brightside, Rabu (15/11/2017).

1. Wikipedia

Website ensiklopedia ini punya logo unik yang terdiri dari kepingan puzzle membentuk sebuah bumi. Di dalam kepingan puzzle itu terdapat label-label bahasa. Walaupun tidak membentuk bumi secara utuh, hal tersebut memang sengaja dilakukan oleh pihak wikipedia sendiri.

Potongan puzzle yang belum melengkapi bentuk bumi itu mengindikasikan ensiklopedia itu belum selesai dan masih di update.

2. McDonald's

 
Pemilik restoran ternama ini pernah menyewa jasa psikologi Louise Cheskin. Louise mengusulkan untuk mengubah logo awal McDonald's dengan bentuk melengkung huruf 'M' bewarna emas.

Psikolog itu mengingatkan huruf M seperti payudara wanita yang secara tidak langsung menimbulkan nafsu makan. Selain itu, logo M pada restoran ceat saji ini juga bisa menjadi daya ingat yang kuat pada masa kecil yang bahagia.

3. Starbucks

 
Kebanyakan orang pastinya mengira logo kopi ternama ini merupakan simbol putri duyung. Memang benar simbol mereka merupakan putri duyung.

Fakta di balik simbol itu terinspirasi dari dongeng asal Prancis yakni Melusine, wanita ikan dengan dua sirip yang menikah dengan manusia biasa. Simbol Melusine dapat terlihat secara utuh sebelum Starbucks mengganti logo mereka sejak tahun 1971.

4. Pepsi


Di balik simpelnya logo pepsi, perusahaan mereka harus mengeluarkan uang sebesar satu miliar dollar Amerika untuk membuat desain logo tersebut. Menurut sang desainer, logo pespsi ini memberikan proporsi warna yang selaras dan nyaman untuk di mata manusia.

5. BMW



Logo BMW yang didominiasi warna putih biru di tengahnya, sering dikira sebagai baling-baling pesawat. Padahal warna dalam logo tersebut menunjukan warna bendera Negara Bebas Bayern atau Bavaria, yang didominasi warna putih dan biru.

6. Ferrari


Banyak orang memikirkan bahwa simbol kuda dalam logo Ferrari menunjukan mesin tenaga kuda. Ternyata hal itu salah. Enzo Ferrari menyebutkan, siluet kuda pada lambang mobilnya diberikan oleh ibu dari Pilot Francesso Baracca.

Kemenangannya di area balapan pernah dirayakan dengan pemberian simbol kuda kepadanya dan sampai saat ini logo itu semakin terkenal digunakan pada mobilnya.

7. Apple


Salah satu perusahaan teknologi ini terkenal dengan logo apel yang tergigit. Faktanya, logo itu sengaja dibuat agar langsung dikenali sebagai bentuk apel. Menurutnya, jika membuat logo apel secara penuh akan membuat orang lain kebingungan dan mengira dengan buah lain.

8. Android




Irina Blok dan timnya sengaja membuat logo android yang berbentuk robot. Agar tidak kaku, mereka sengaja membuatnya dengan kesan yang lucu dan mengambil inspirasi dari logo orang pada toilet.
Read More