Showing posts with label Berita Unik. Show all posts
Showing posts with label Berita Unik. Show all posts

Friday, December 8, 2017

Ternyata! Lukisan Salvator Mundi Rp 6 T Dibeli Putra Mahkota Arab Saudi


Washington - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dilaporkan sebagai pembeli sebenarnya dari lukisan 'Salvator Mundi' karya Leonardo da Vinci yang terjual di lelang dengan harga sangat fantastis.

Demikian dilaporkan oleh media The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip intelijen AS dan sumber-sumber lainnya. Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (8/12/2017), Putra Mahkota Saudi yang dikenal dengan inisial MBS tersebut, menggunakan seorang perantara untuk membeli lukisan wajah Yesus Kristus yang laku terjual seharga US$ 450,3 juta atau setara Rp 6 triliun dalam lelang di New York, Amerika Serikat (AS). Harga itu mencetak rekor sebagai karya seni termahal yang pernah dilelang.

Media-media sebelumnya melaporkan, lukisan 'Salvator Mundi' itu dibeli oleh seorang pembeli yang tidak menyebut identitasnya lewat telepon, setelah terjadi pertarungan tawar-menawar yang sengit selama nyaris 20 menit di rumah lelang Christie pada Rabu (15/11) waktu setempat.

Namun menurut WSJ, pembeli tersebut adalah Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud yang kurang begitu dikenal. Disebutkan WSJ, laporan intelijen AS mengidentifikasi Bader hanyalah perantara karena MBS adalah pembeli sebenarnya.

"Dia adalah proxy untuk MBS," ujar seorang tokoh dunia seni Teluk yang tidak disebut namanya kepada WSJ.

Belum ada tanggapan dari kerajaan Saudi atas pemberitaan ini.

Sebelumnya pada Rabu (6/12), pihak Louvre Abu Dhabi mengumumkan bahwa lukisan super mahal tersebut akan dipamerkan di sana. Pengumuman ini disampaikan tak lama setelah pemerintah Uni Emirat Arab dan Saudi mengumumkan pembentukan komite militer dan ekonomi baru, yang terpisah dari Dewan Kerja sama Teluk (GCC).

Seperti dilansir Reuters dan CNN, lukisan dari tahun 1500 yang dikenal dengan nama 'Salvator Mundi' itu merupakan salah satu lukisan langka dari 20 karya autentik Da Vinci yang masih utuh hingga kini. Lukisan dengan panjang 66 cm dan lebar 45 cm ini menampilkan wujud manusia Yesus Kristus dalam pakaian era Renaissance, dengan satu tangan terangkat memberikan berkat dan satu tangan lainnya memegang sebuah bola kristal.

Lukisan ini awalnya berada di tangan Raja Prancis, Louis XII, sebelum akhirnya dimiliki oleh Pangeran Inggris Charles I. Karya seni ternama ini sempat dilaporkan hilang sejak akhir abad ke-18.

Saat lukisan ini kembali muncul dalam lelang tahun 1958, lukisan ini dianggap karya salinan dan hanya laku terjual 45 Poundsterling (Rp 790 ribu). Tahun 2005, lukisan itu didapatkan kelompok makelar seni dengan harga di bawah US$ 10 ribu (Rp 133 juta). Saat itu, kondisi lukisan ini sangat buruk dan harus dilukis ulang secara besar-besaran. Hal semacam ini biasa dilakukan terhadap lukisan autentik yang mengalami kerusakan. Proses pemulihan karya seni bersejarah ini memakan waktu lama dan butuh ketelitian tinggi.

Sebelum dilelang, lukisan ini dimiliki oleh seorang pengusaha Rusia bernama Dmitry Rybolovlev, yang membelinya dalam lelang tahun 2013 seharga US$ 127,5 juta (Rp 1,6 triliun).

Sumber: https://news.detik.com/internasional/3761289/ternyata-lukisan-salvator-mundi-rp-6-t-dibeli-putra-mahkota-arab-saudi

Read More

Sunday, December 3, 2017

Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Terinfeksi HIV daripada PSK, Kok Bisa?


Jika masyarakat awam ditanya “Siapa yang paling rentan mengidap HIV?”, kebanyakan akan menjawab pekerja seks komersial atau yang berhubungan sesama jenis.

Namun, data yang dikumpulkan dari tahun 1987 hingga 2014 oleh Pusat Data Informasi HIV AIDS dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan kenyataan yang berbeda. Ibu rumah tangga justru lebih berisiko terinfeksi HIV daripada pekerja seks komersial (PSK).

Lebih dekat, hasil serupa juga ditemukan di Riau. Dari data sampai Agustus 2015, jumlah PSK yang terkena HIV di Riau hanya tujuh orang, sedangkan ibu rumah tangga mencapai 41 orang. Angka ini juga menunjukkan kecenderungan meningkat.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/11/2017), Mareno selaku Koordinator D-KAP Riau, organisasi pemerhati HIV/AIDS Riau berkata bahwa PSK justru lebih bersiap untuk mencegah HIV dengan memakai kondom.

“Adapun ibu rumah tangga lebih banyak ditularkan oleh suaminya yang berperilaku menyimpang di luar rumah,” imbuhnya.

Masalah ini diperkeruh dengan keengganan ibu rumah tangga untuk mencegah penyebaran dan penularan HIV.

Artikel Hellosehat yang ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya dan datanya ditelaah oleh dr Tania Savitri mengungkapkan bahwa masih banyak ibu rumah tangga yang menolak menjalani tes HIV.

Alasannya bermacam-macam. Ada yang karena sedang hamil, merasa malu atau tabu, atau menganggap dirinya dan pasangan tidak pernah berhubungan dengan orang lain.

“Menurut Yusniar Ritonga, seorang konselor HIV/AIDS, hanya ada 10 persen orang yang bersedia ikut dalam tes HIV setelah mereka menikah,” tulis Fauzan.

“Padahal, seperti yang kita tahu, ada banyak cara penularan HIV/AIDS selain lewat hubungan seksual. Bisa dari pisau cukur, bisa dari jarum suntik, atau pun benda lain yang tidak steril dan pernah terkena darah dari pengidap AIDS,” imbuhnya.

Menghadapi dilema ini, solusi yang diusulkan oleh Fauzan dan dr Tania adalah dengan menggunakan kartu skor berisi pertanyaan-pertanyaan terkait pekerjaan dan aktivitas seksual diri dan pasangan.

“Jika suami Anda bekerja sebagai supir truk atau bis lintas provinsi dan jarang pulang ke rumah, maka bisa jadi Anda adalah kelompok berisiko dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut,” tulis Fauzan.

Namun, yang paling penting adalah menyadari bahwa semua orang bisa tertular HIV, meski telah berstatus ibu rumah tangga. “Karenanya, lebih baik mencegah dan mengobatinya secepat mungkin,” tutup Fauzan.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2017/12/01/170500023/ibu-rumah-tangga-lebih-rentan-terinfeksi-hiv-daripada-psk-kok-bisa-
Read More

Obat Kimia atau Obat Herbal, Mana yang Lebih Baik?


Ketika tubuh merasakan sakit, menyembuhkannya terkadang menimbulkan pilihan yang sulit. Apakah Anda akan mengunjungi dokter atau menggunakan pengobatan alternatif? Pilihan itu akan berujung pada penggunaan obat yang diberikan.

Pada masyarakat awam, dikenal istilah obat kimia dan obat herbal. Obat kimia diidentikkan dengan obat yang diracik melalui proses kimiawi, sedangkan obat herbal umumnya dimaknai dengan obat yang berasal dari alam. Namun, benarkah demikian?

Sayangnya, pengategorian tersebut salah besar. Sebab, obat yang digunakan oleh para dokter di rumah sakit sejatinya juga diambil dari alam. “Obat dokter yang di rumah sakit itu diambil dari alam juga. Mana ada obat yang tidak alami?” kata dokter spesialis bedah saraf dr Roslan Yusni Hasan, SpBS, Tangerang, Selasa (22/8/2017).

Roslan mencontohkan, air yang menjadi kebutuhan dasar manusia merupakan senyawa kimia. Senyawa yang menjadi syarat kehidupan di bumi itu terdiri dari hidrogen dan oksigen.

Menurut Roslan, obat yang baik harus diketahui secara detail kandungan aktifnya sebelum dikonsumsi. Selain itu, cara kerja obat di dalam tubuh juga perlu mendapat perhatian. Tak berhenti sampai di situ, efek samping setelah obat dikonsumsi dan cara penanganannya juga harus diketahui.

Jika syarat-syarat di atas tidak diketahui, maka upaya penyembuhan pun menjadi tak terukur. Akan tetapi, pada obat herbal atau obat tradisional, syarat tersebut seringkali tidak diindahkan.

“Misalnya panas, dikasih paracetamol, dosisnya 50 miligram per kilogram berat badan per hari. Efek sampingnya bisa ganggu pencernaan. (Sedangkan) jamu belum jelas bahan aktifnya apa, dosisnya ya kira-kira saja. Karena tidak tahu bahan aktifya, tidak tahu juga efeknya,” ucap Roslan.

Untuk itu, pemilihan metode penyembuhan penyakit harus dilakukan secara bijak. Tanpa ukuran yang jelas, bukan tak mungkin keganasan penyakit malah meningkat.
Read More

Tanaman Gandarusa Diteliti dan Ternyata Punya Zat Penghambat Virus HIV


Penderita HIV selama ini mendapatkan obat berupa Anti Retroviral (ARV) yang salah satu komponennya adalah Azidothymidine (AZT).

Penelitian terbaru mengungkap bahwa tanaman gandarusa (Justicia gendarussa) yang akrab dengan masyarakat Indonesia juga punya khasiat yang sama

Ilmuwan Universitas Illinois di Chicago, Hong Kong Baptist University di Kowloon Tong, dan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam di Hanoi melakukan bioassay dan tes.

Dari bioassay, ilmuwan menemukan adanya anti-HIV arylnaphthalene lignan glycoside dalam tanaman gandarusa, patentiflorin A.

Tim peneliti lantas melakukan dua tes yang disebut M Tropik dan T Tropik, tujuannya untuk mengetahui kemampuan penghambatan patentiflorin A.

M-Tropik mengacu kepada kemampuan virus HIV untuk menyerang makrofag, sementara T-tropik mengacu pada kemampuannya untuk menyerang sel T.

"Patentiflorin A mampu menghambat enzim reverse transcriptase lebih efektif daripada AZT, baik pada tahap awal infeksi HIV saat virus menyerang makrofag, maupun saat menyerang sel-T," kata Lijun Rong dari University of Illinois yang melakukan riset.

Dari penelitian itu, Rong mengatakan bahwa patentiflorin A bisa menjadi alternatif baru pengobatan HIV.

"Patentiflorin A sebagai agen anti HIV bisa ditambahkan dalam rangkaian obat HIV saat ini untuk menghambat virus ataupun mencegah infeksi HIV," kata Rong seperti dikutip Medical News Today, Juni lalu.

Rong dan tim juga telah berhasil mensintesis Patentiflorin A sehingga tak diperlukan pembuatan kebun untuk menanam gandarusa hanya untuk memanen senyawanya.

Penelitian ini telah diterbitkan di Journal of Natural Products.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2017/12/01/135507923/tanaman-gandarusa-diteiti-dan-ternyata-punya-zat-penghambat-virus-hiv
Read More

7 Kondisi yang Membuat Anda Tidak Boleh Olahraga Dulu


Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak selalu baik dilakukan semua orang. Bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, olahraga justru bisa memperburuk kondisi tersebut atau memperparah rasa nyeri yang Anda alami.

Lantas, kondisi apa saja yang membuat Anda tidak boleh olahraga dulu?

1. Demam

Jangan berolahraga jika Anda merasa tak enak badan, bahkan jika hanya demam sekalipun. Demam terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi. Sementara itu, olahraga juga dapat memberikan tekanan yang lebih banyak pada sistem imun. Ini sebabnya, berolahraga ketika demam justru akan memperburuk penyakit Anda.

Berolahraga ketika demam juga sering jadi penyebab utama cedera, karena dalam kondisi ini Anda jadi lebih sulit berkonsentrasi.

2. Pilek dan flu

Selain demam, Anda juga tidak disarankan untuk berolahraga ketika sedang pilek dan flu. Dalam keadaan normal, olahraga memang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun keadaan berbalik saat Anda sedang pilek atau flu.

Pasalnya, olahraga justru akan membuat tubuh jadi semakin lemah sehingga sulit untuk pulih. Terlebih jika flu yang dialami juga disertai demam, kondisi Anda jelas akan makin buruk jika ditambah dengan berolahraga.

3. Asma

Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi pernapasan, sebaiknya Anda tidak olahraga dulu selama beberapa hari dan periksa ke dokter jika gejala terus berlangsung. Jika dokter melihat asma sudah mulai dapat dikendalikan dengan baik, maka barulah Anda boleh olahraga.


Namun, jangan langsung melakukan olahraga yang berintensitas tinggi. Ada baiknya memulai olahraga secara perlahan dengan melakukan pemanasan selama 10 menit. Segera hentikan olahraga jika Anda tidak dapat mengatur napas atau merasa lelah dan lemah.

Yang terpenting, selalu bawa inhaler atau obat lainnya untuk berjaga-jaga apabila asma  kambuh sewaktu-waktu.

4. Cedera lama yang kumat kembali

Apabila cedera lama tiba-tiba kambuh lagi, Anda harus segera menunda olahraga dan temui dokter. Pasalnya, gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, terutama jika rasa sakit terus dialami selama beraktivitas.

Dalam banyak kasus, nyeri yang muncul tiba-tiba memerlukan perhatian medis dengan segera, terlebih bila sumber nyeri berada di tempat yang memang sebelumnya pernah mengalami cedera.

5. Kurang tidur dan kelelahan 

Jika semalam tidak tidur cukup, atau bahkan sudah tidak tidur dua-tiga hari ke belakang karena mengejar proyek kantor, Anda tidak boleh olahraga dulu. Tubuh yang sudah stres dan kelelahan akan makin nge-drop ketika diajak berolahraga. Istirahatlah sejenak sebelum mulai rutinitas gym Anda kembali.


Jika perlu, temui dokter dulu. Pasalnya, kelelahan yang ekstrem bisa jadi pertanda adanya sebuah penyakit.

6. Hamil
Tanyakan kepada dokter mengenai program olahraga yang aman dilakukan saat hamil. Yoga, berenang, berjalan, dan olahraga intensitas rendah dapat sangat bermanfaat selama kehamilan. Pastikan untuk tetap mencukupi asupan air, istirahat yang cukup, dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut.

7. Keadaan lainnya
Anda juga tidak boleh olahraga apabila baru saja menjalani operasi atau cedera berat. Dalam keadaan tersebut, tubuh butuh waktu untuk pulih. Sedangkan melakukan olahraga justru akan memberikan tekanan pada tubuh yang pada akhirnya bisa memperburuk kondisi.

Tidak hanya itu, beberapa orang yang memiliki penyakit kronis juga tidak disarankan untuk berolahraga. Namun jika ingin tetap melakukan olahraga, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter agar mendapatkan pilihan jenis olahraga yang tepat sesuai dengan keadaan Anda.
Read More

Monday, November 20, 2017

Awas! Orgasme Ternyata Bisa Akibatkan Gangguan Penglihatan



SAAT melakukan hubungan seks, orgasme seringkali menjadi indikator bahwa orang tersebut mencapai kepuasan. Ya, hal itu tidaklah slaah. Namun tampaknya ada hal lain yang harus diperhatikan dari orgasme. Sebab ternyata, orgasme berlebihan dapat memengaruhi pembuluh darah di mata dan dapat mengakibatkan gangguan penglihatan.

Hal inilah yang dialami oleh seseorang dari Southampton, Inggris. Orang tersebut pergi ke rumah sakit karena mengalami gangguan penglihatan di mata sebelah kiri. Dirinya mengatakan kepada dokter bahwa ia memiliki hubungan seksual yang kuat pada malam sebelumnya. Semula tidak ada masalah yang terjadi. Namun pada pagi harinya, orang tersebut menyadari ada yang salah dengan penglihatannya.

Dokter kemudian memeriksanya dan menemukan pendarahan di mata. Pendarahan itu terjadi lantaran tekanan kuat saat orang tersebut mengalami orgasme. "Selama orgasme, orang cenderung melakukan manuver valsava atau menahan napas guna mencegah orgasme. Tindakan itulah yang dapat menghasilkan peningkatan tekanan vena retina secara tiba-tiba sehingga terjadi pecahnya pembuluh darah dan retinopati hemoragik," tulis laporan kasus British Medical Journal seperti yang dikutip dari News, Senin (20/11/2017).

Berdasarkan keterangan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan tekanan kuat dari orgasme menyebabkan tekanan di belakang retina yang tiba-tiba. Akibatnya pembuluh darah meledak dan kemudian menghalangi penglihatan. Selain itu, laporan juga mengungkapkan pria cenderung lebih sering menahan napas guna mengatasi ejakulasi dini. Hal inilah yang membuat pria lebih berisiko mengalami gangguan penglihatan akibat orgasme.

Namun tak usah khawatir, karena ternyata gangguan penglihatan hanya berlangsung sementara waktu. Darah di mata akan diserap kembali ke tubuh secara alami sehingga penglihatan bisa normal kembali. "Efek otonom dari orgasme pada mata sudah diketahui dan dikaitkan dengan patologi okular lainnya, termasuk glaukoma sudut tertutup. Sebelum ejakulasi, nada vaskular retina menurun sehingga memungkinkan pembuluh darah melebar dan membesar," tulis laporan itu menyimpulkan.

Ditambah lagi pembuluh darah di mata lebih rileks sehingga lebih mudah untuk terisi darah secara cepat. Hal inilah yang meningkatkan risiko pembuluh darah meledak. Penulis laporan mengingatkan kasus gangguan penglihatan akibat aktivitas seksual dapat menjadi peringatan bagi pasien.

Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2017/11/20/481/1817455/awas-orgasme-ternyata-bisa-akibatkan-gangguan-penglihatan
Read More

Berbagai Masalah Kesehatan yang Kerap Menyerang di Usia Lanjut


Jakarta - Artis tiga zaman, Laila Sari meninggal dunia di usia 82 tahun. Di usia tersebut, proses penuaan membuat berbagai masalah kesehatan lebih mudah menyerang.

Dikutip dari Everydayhealth, berikut ini beberapa masalah kesehatan yang kerap menghampiri para lansia.

1. Arthritis
Radang sendi atau arthritis merupakan salah satu masalah utama pada kaum lansia, dan disebut-sebut sebagai bagian dari proses penuaan. Kondisi ini kadang sangat membatasi mobilitas, dan akhirnya memicu dampak lebih luas lagi. Diperkirakan hampir separuh lansia menghadapi masalah ini di usia 65 tahun ke atas.

2. Penyakit jantung
Di Amerika Serikat, kematian akibat penyakit jantung pada usia 65 tahun ke atas tercatat lebih dari 400 ribu kasus pada 2014. Sekitar 37 persen pria dan 26 persen wanita di atas usia 65 tahun mengalami masalah ini. Para lansia dengan riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi lebih rentan mengalaminya.

3. Alzheimer
Penyakit alzheimer membunuh 92 ribu lansia di Amerika Serikat pada 2014. Diperkirakan 11 persen lansia berusia 65 tahun ke atas mengalami kondisi ini, walaupun dalam praktiknya deteksi penyakit yang menyerang fungsi kognitif ini sulit dilakukan.

4. Diabetes
Diperkirakan 25 persen lansia di Amerika Serikat mengidap diabetes. Menurut Center of Disease Control and Prevention, diabetes menyebabkan 54 ribu kematian pada 2014.

5. Pengeroposan tulang
Hampir sama seperti radang sendi, osteoporosis atau pengeroposan juga membatasi pergerakan atau mobilitas. Sementara itu, kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko berbagai penyakit kronis pada semua kelompok usia.

Sumber: https://health.detik.com/read/2017/11/20/223614/3735142/763/berbagai-masalah-kesehatan-yang-kerap-menyerang-di-usia-lanjut
Read More